Selasa, Juni 24, 2008

Testimoni Dauroh: Agung

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman dan kesan pribadi yang didapat dari suatu acara yang membutuhkan investasi waktu sebanyak 2 dari 30 hari yang ada pada bulan tersebut. Investasi yang nilainya insya Allah bisa sangat besar hasilnya ketika diikuti dengan penyikapan yang arif dan jujur.

Publikasi yang menarik. Itu awal dari ketertarikan saya terhadap acara dauroh ini. Ya, berawal dari sebuah email yang konsepnya 'tidak biasa' untuk sebuah undangan dauroh, terlebih lagi jika dikirim oleh MTXL. Semula saya pikir, ini adalah undangan pendakian gunung atau jelajah alam yang biasa dilakukan oleh klub-klub pecinta alam. One good point: a good first impression is an important way to attract people.

Antuasiasme yang luar biasa. Saya sungguh terkejut ketika mendengar Pak Nardi berkata, "Maaf Pak, Bapak saya masukkan ke dalam waiting list saja dulu, ya.". Subhanallah, sampai sebegitu tingginya minat rekan-rekan untuk mendaftarkan diri? Padahal saat itu baru lewat 4 jam setelah email tersebut masuk ke dalam inbox saya. Apakah ini salah satu bentuk dari ungkapan 'berlomba-lomba dalam kebaikan'? Antusiasme tadi membuat saya terharu, karena lingkungan ini semakin kondusif untuk belajar. Setelah mengikhlaskan diri untuk bergabung dalam dauroh batch kedua, telepon meja saya berdering. "Pak, berhubung ada yang membatalkan diri, bapak bisa ikut dauroh kali ini". Alhamdulillah, ternyata Allah berbaik hati untuk memberikan saya kesempatan bergabung lebih cepat.

Kultum yang menantang. Kultum, kuliah tujuh s/d sepuluh menit, adalah salah satu tugas yang diamanahkan panitia kepada setiap peserta. Terus terang, saya adalah orang awam, sehingga saya merasa bahwa justru saya yang saat ini perlu diberikan pencerahan. 'Sampaikanlah walau hanya satu ayat'. Okay, ayat apa yang saat ini saya hapal? Satu-satunya ayat yang selalu bergaung di kepala saya setiap harinya adalah 'tunjukkanlah jalan yang lurus'. Setelah berselancar dan bertanya kesana-kemari, akhirnya saya dapat juga suatu materi yang sesuai dengan tema yang diharapkan. Saya baca, saya sunting, saya ketik, dan saya cetak. Selesai? Belum.

Saya masih harus menyempatkan waktu untuk bergumam menghapalkan materi dan ayat yang ada. Jika sekedar berbicara tentang materi yang saya kuasai, insya Allah saya percaya diri. Tapi ini adalah ayat Al-Qur'an. Bagaimana jika nantinya salah menyampaikan? Alhamdulillah, ternyata semua peserta dan panitia sangat terbuka untuk menerima kekurangan ketika giliran saya muncul untuk bertaushiyah. Terlihat sepele, namun penerimaan ini justru sungguh luar biasa besar pengaruhnya terhadap seseorang. Penghargaan yang muncul dari ketulusan serta semangat saling nasihat-menasihati dan tolong-menolong dalam kebaikan akan bernilai sangat konstruktif bagi seseorang untuk selalu memperbaiki diri dengan kesadaran yang utuh.
Well, selamat panitia, misi anda di balik pemberian tugas kultum ini tampaknya berhasil tersampaikan.

Fasilitas yang sangat baik. Dibenak saya saat itu, peserta akan bermalam di suatu aula yang luas dan beralaskan kasur atau tikar, mengingat pengalaman-pengalaman saya dulu semasa kuliah. Tapi ini berbeda. Setiap 2-3 orang menempati satu kamar terpisah dan memiliki satu kamar mandi tersendiri. Makan 3 kali sehari dengan menu yang lebih dari cukup. Musholla yang mampu menampung seluruh peserta, dan ruangan training yang dilengkapi dengan peralatan multimedia yang memadai. Jazakumullah khair untuk panitia atas persiapannya yang sangat baik, sehingga peserta dapat berkonsentrasi dalam mengikuti setiap acara dengan baik.

Materi yang relevan. Ustadz/fasilitator yang diundang semuanya memiliki kapabilitas yang cukup baik. Dua hal yang menurut saya bisa didapat ketika menerima suatu materi. Pertama, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang acap kali bergaung dalam diri setiap orang, untuk mencari kebenaran. Kedua, penegasan atas jawaban-jawaban yang selama ini sebenarnya kita pun sudah mengetahuinya. Momen ini bisa dijadikan sebagai titik balik dari suatu perubahan. Perubahan yang positif, perubahan yang menuju perbaikan. Dan yang utama, perubahan yang bersifat berjamaah. Apakah lebih mengenal Allah dan lebih mengenal Islam sudah menjadi kebutuhan dari kita? Kapankah kita ingin belajar dan mencari tahu lebih banyak?

Pengalaman ruhiyah setiap orang berbeda-beda. Saya mendapatkan banyak hal dari materi yang disampaikan. Beberapa resume dari materi yang tertancap di kepala saya: sudah saatnya untuk bergerak. Jangan membuang-buang waktu lagi. Mari tunjukkan komitmen untuk memperbaiki diri. Selalu kondisikan diri dan lingkungan. Mencari lingkungan yang baik sebagai pendukung di kala ingat dan penopang di kala futur. Salah satu ustadz mengingatkan, bahwa akan selalu ada bisikan-bisikan negatif dalam kepala kita. Kuasai diri ini, berjuang untuk selalu mengalahkan kecenderungan yang negatif dan sia-sia. Di saat itu, kegelisahan akan hilang, dan ketentraman jiwa yang muncul.

Sekian sekedar coretan pena dari saya. Mohon maaf jika ada tulisan yang tidak berkenan. Semua yang benar datangnya dari Allah SWT, dan yang salah adalah dari diri saya sendiri. Semoga semangat untuk memperbaiki diri dan ukhuwah ini terus berlanjut sampai akhir.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Ditulis Oleh:
Agung Adi P.
24 Juni 2008

Baca selengkapnya...

Senin, Juni 23, 2008

Yakinilah Bahwa Anda Tetap Mulia Bersama Para Penerima Cobaan!

Tengoklah kanan kiri: tidakkah Anda menyaksikan betapa banyaknya orang yang sedang mendapat cobaan; dan betapa banyaknya orang yang sedang tertimpa bencana? Telusurilah: di setiap rumah pasti ada yang merintih, dan setiap pipi pasti pernah basah oleh air mata.

Sungguh betapa banyaknya penderitaan yang terjadi, dan betapa banyak pula orang-orang yang sabar menghadapinya. Maka Anda bukan hanya satu –satunya orang yang mendapat cobaan. Bahkan, mungkin saja penderitaan atau cobaan Anda tidak seberapa bila dibandingkan dengan cobaan orang lain. Berapa banyak di dunia ini orang yang terbaring sakit di atas ranjang selama bertahun-tahun dan hanya mampu membolak-balikkan badannya aja, lalu merintih kesakitan dan menjerit menahan nyeri.

Berapa banyak orang yang dipenjara selama bertahun-tahun tanpa pernah dapat melihat cahaya matahari sekalipun; dan ia hanya mengenal jeruji jeruji selnya. Berapa banyak orang tua yang harus kehilangan buah hatinya, baik yang masih belia dan cucuknya, atau yang sudah remaja dan penuh harapan. Betapa banyaknya di dunia ini orang yang menderita, mendapat ujian dan cobaan, belum lagi mereka yang harus setiap saat menahan himpitan hidup!

Kini, sudah tiba waktu Anda untuk memandang diri Anda mulia bersama mereka yang terkena musibah dan mendapat cobaan. Sudah tiba pula waktu Anda untuk menyadari bahwasanya kehidupan di dunia ini merupakan penjara bagi orang-orang mukmin dan tempat kesusahan dan cobaan. Di pagi hari, istana-istana kehidupan penuh sesak dengan penguninya, namun menjelang senja istana-istana itu ambruk menjadi reruntuhan. Mugkin saat ini kekuatan masih prima, badan masih sehat, harta melimpah, dan keturunan banyak Jumlahnya. Namun dalam hitungan hari saja semuanya bisa berubah: jatuh miskin, kematian datang secara tiba tiba, perpisahan yang tak dapat di hindarkan, dan sakit yang tiba-tiba menyerang.

{Dan, telah nyata bagimu bagaimana kami berbuat terhadap mereka dan telah kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan. }
(QS. Ibrahim: 45)

Sebaiknya Anda mempersiapkan diri sebagaimana kesiapan seekor unta berpengalaman yang akan mengiringi Anda menyeberangi padang sahara. Bandingkan penderitaan Anda dengan penderitaann orang-orang di sekitar Anda dan orang-oarang sebelum Anda, niscay Anda akan sadar bahwa Anda sebenarnya lebih beruntung di banding mereka! Bahkan Anda akan merasakan bahwa penderitaan Anda itu hanyalah duri-duri kecil yang tak ada artinya. Maka panjatkan segalam puji kepada Allah atas semua kebaikan-Nya itu, Bersyukurlah kepada-Nya atas semua yang diberikan kepada Anda, bersabarlah atas semua yang di ambil-Nya, dan yakinilah kemuliaan Anda bersama orang-orang menderita di sekitar Anda.

Banyak suri tauladan Rasulullah s. a. w. yang perlu Anda contoh; Syahdan, beliau pernah di lempar kotoran unta oleh orang-orang kafir Mekah, kedua kakinya dicederai dan wajahnya mereka lukai, di kepung dalam suatu kaum beberapa lama hingga beliau hanya dapat makan dedaunan apa adanya saja, di usir dari Mekah, di pukul gerahamnya hingga retak, dicemarkan kehormatan istrinya, tujuh puluh sahabat terbunuh, dan seorang putera serta sebagian besar puterinya meninggal dunia pada saat beliau sedang senang-senangnya membelai mereka. Bahkan, karena terlalu laparnya, beliau pernah mengikatkan batu di perutnya untuk menahan lapar.

Beliau pernah pula di tuduh sebagai seorang penyair (bukan penyampai Wahyu Allah), dukun, orang gila dan pembohang. namun, Allah melindunginya dari semua itu. Dan semua hal tadi merupakan cobaan yang harus beliau hadapi dan penyucian jiwa yang tiada tara dan tandingaanya.

Sebelum itu, Nabi Zakariya di bunuh kaumnya, Nabi Yahya dijagal, Nabi Musa diusir dan dikejar-kejar, dan Ibrahim di bakar. Cobaan-cobaan itu juga menimpa para khalifah dan pemimpin kita; Umar r. a. di lumuri dengan darahnya sendiri, Utsman di bunuh diam-diam, dan Ali di tikam dari belakang. Dan masih banyak lagi para pemimpin kita yang harus juga menerima punggungnya menerima bekas cambukan, di jebloskan ke dalam penjara, dan juga dibuang ke negeri lain.

{Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka di timpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan). }

Seri La Thazan 32.

Disunting oleh:
Staff MTXL
7 April 2008

Baca selengkapnya...

Dengan Mengingat Allah, Hati Menjadi Tenang

Dengan Mengingat Allah, Hati Menjadi Tenang

Kejujuran itu kekasih Allah. Keterusterangan merupakan sabun pencuci hati. Pengalaman itu bukti. Dan seorang pemandu jalan tak akan membohongi rombongannya. Tidak ada satu pekerjaan yang lebih melegakan hati dan lebih agung pahalanya selain berdzikir kepada Allah.

{Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) Kepadamu. }
(QS. Al-Baqoroh:153)

Berdzikir kepada Allah adalah surga Allah di bumi-nya. Maka siapa yang tak pernah memasukinya,ia tidak akan dapat memasuki surga-Nya di akhirat kelak. Berdzikir kepada Allah merupakan penyelamat jiwa dari pelbagai kerisauan,kegudahan,kekesalan dan goncangan. Dan dzikir merupakan jalan pintas paling mudah untuk meraih kemenangan dan kebahagiaan hakiki. Untuk melihat faedah dan manfaat dzikir,coba perhatikan kembali beberapa pesan wahyuilahi ! Dan cobalah mengamalkannya pada hari-hari Anda, niscaya Anda akan mendapatkan kesembuhan!

Dengan berdzikir kepada Allah,awan ketakutan,kegalauan,kecemasan dan kesedihan akan sirna. Bahkan, dengan berdzikir kepada-Nya segunung tumpukan beban kehidupan dan permasalahan hidup akan runtuh.

Tidak mengherankan bila orang-orang yang selalu mengingat Allah senantiasa bahagia dan tentram hidupnya. Itulah yang memang seharusnya terjadi. Adapun yang sangat mengherankan adalah bagaimana orang-orang yang lalai dari berdzikir kepada Allah itu justru menyembah berhala-berhala dunia. Padahal,

{Berhala-berhala) itu mati tidak hidup dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan. }
(QS. An-Nahl: 21)

Wahai orang yang mengeluh karena sulit tidur,yang menangis karena sakit,yang bersedih karena sebuah tragedi, dan yang berduka karena suatu musibah,sebutlah nama-Nya yang kudus! Betapapun,

{Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?}
(QS. Maryam:65)

Semakin banyak Anda mengingat Allah, pikiran Anda akan semakin terbuka, hati Anda akan semakin tenteram,jiwa Anda akan semakin bahagia,dan nurani Anda semakin damai sentosa. Itu,karena dalam mengingat Allah terkandung nilai-nilai ketawakalan kepada-Nya,keyakinan penuh kepada-Nya, ketergantungan diri hanya kepada-Nya, kepasrahan kepada-Nya,berbaik sangka kepada-Nya,dan pengharapan kebahagiaan dari-Nya. dia senantiasa dekat ketika si hamba berdoa kepada-Nya,senantiasa mendengar ketika diminta, dan senantiasa mengabulkan jika dimohon. Rendahkan dan tundukan diri Anda kepada-Nya,lalu sebutlah secara berulang-ulang nama-Nya yang indah dan penuh berkah itu dengan lidah Anda sebagai pengejawantahan dari ketauhidan,pujian,doa,permohonan dan permintaan ampunan Anda kepada-Nya. Dengan begitu, niscaya berkat kekuatan dan pertolongan dariNya, Anda akan mendapatkan kebahagiaan,ketenteraman,ketenangan,cahaya penerang dan kegembiraan. Dan,

{karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia, dan pahala yang baik di akhirat. }

Seri La Tahzan page 27

Disiapkan oleh:
Staff MTXL
2 April 2008

Baca selengkapnya...

Testimoni Dauroh: Rinny, Lina, Isnaini

Assalammu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokatuh,
Syukur Alhamdulillah acara Daurah berjalan dengan lancar. Thanks bgt buat panitia n juga buat teman2 semuanya.
Dengan acara ini semakin menambah ilmu n bikin perasaan rada lega...karena terus terang sebelum berangkat lagi banyak masalah gt...
Tapi setelah acara ESQ n pake nangis2 segala rasanya plong deh...
Trus materinya juga bagus2, makanannya enak n acara outbondnya kalo bisa lebih seru lagi...
Semoga apa yang kita dapat waktu Dauroh memberikan Aura Positif bagi kita semua... Amin...
--Rinny Rasmizor

Bener-bener pengalaman yang luar biasa, ditengah kekeringan yang melanda karena rutinitas yang selalu sama dari hari kehari...akhirnya ada juga momen yang bisa menyegarkan dahagaku akan ilmunya Allah...
syukron ikhwan & akhwat fillah....
--Lina Marlina

Secara keseluruhan acara dauroh kemaren bagus.. :)
terutama narasumbernya yang enak didenger, isi materinya bagus, trus kultum dr msg2 kelompok juga bagus karena kita dilatih untuk berani ngomong di depan publik. Pokoknya memotivasi banget deh bwt aq biar bisa lebih baek dari hari ke hari.. Trus juga jadi tambah banyak kenalannya :) Untuk semua akhwat yang ikut DAUROH tetep silatrurahmi yak, n jangan lupakan akyu... :D
Oh ya, untuk Outbondnya yang lebih seru lagi donkk... ada games2nya gitchu... :D
--Isnaini Muhandhis

Baca selengkapnya...

Testimoni Dauroh: Ayu

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bagaimana perasaan saya ketika mengikuti daurah MTXL?

Wah, bukannya mau melebih-lebihkan, tapi saya benar-benar kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan kebahagiaan karena mengikuti acara ini. SubhanAllah...

Mungkin bagi yang lain, daurah ini hanya sekedar gathering biasa, hanya saja dengan nuansa yang jauh lebih Islami. Tapi bagi saya, ini adalah obat. Ya, daurah ini mengobati kerinduan saya terhadap komunitas dakwah sebelumnya di Semarang, berikut segala aktifitasnya.

Dulu, pertama kali terima pengumuman bahwa saya diterima magang di XL,, di tengah syukur,, ada ketakutan yang terbersit malu-malu. Takut akan kefuturan karena akan kehilangan kajian kelompok pekanan, kajian umum setiap selasa dan jum’at pagi, dan yang paling saya sukai dari semua itu, mengisi mentoring. Saya sangat iri pada teman-teman saya yang tidak harus magang selama enam bulan, sehingga tidak harus merasakan kehilangan seperti yang saya rasakan. Karena memang, diantara semua pementor di kampus, hanya saya yang harus magang selama enam bulan.

Ternyata, Allah tidak menelantarkan saya. Saya benar-benar tidak menyangka bisa menikmati dauroh disini. Ada kajian pekanan setiap kamis saja, saya sudah sangat bersyukur sekali. Lah ini, pake dauroh segala...

Saking semangatnya, saya jadi ingat Waktu mba Shinta bilang akan ada dauroh, spontan saya langsung bilang, “ikut!” dan saya pun menunggu saat-saat dibukanya pendaftaran. Akhirnya hari itu datang juga.. pendaftaran dibuka, dan begitu saya tahu bahwa pesertanya dibatasi, hanya 50 orang, saya langsung japri ke teman sekosan saya untuk daftar bereng, kemudian nge-lock komputer dan langsung turun ke lantai dua. Pokoknya harus daftar sekarang juga. Saya tidak mau tidak bisa ikut hanya karena alasan kehabisan tiket, karena Akan klihatan sekali kalo saya suka menunda-nunda pekerjaan, dan itu bukan teladan yang baik.

Sampai dibawah, ternyata uangnya ketinggalan... saya panik, takut kalau ambil uang dulu, nanti keduluan orang dan kehabisan tiket. Pokoknya paranoid abis! Alhamdulillah, teman saya yang saya ajak daftar berinisiatif untuk memberi pinjaman dulu. Jadilah saya ngutang untuk ikut dauroh ini. Hehehe...

Tapi, ga sia-sia harus ngutang untuk ikut dauroh ini.. saya tidak sekedar mendapat ilmu dari materi-materinya, tapi saya juga mendapat pelajaran yang sangat berharga, yaitu belajar untuk mendengar. Ya, selama ini, sebagai pementor, saya selalu jadi yang ingin didengar, yang ingin berbicara. akibatnya tanpa disadari, ada sedikit ketakaburan, menganggap yang lain tidak lebih mengerti dari saya. Di dauroh ini, Allah SWT membukakan mata dan telinga saya, betapa arti diri ini untuk agama masih sangat kecil, karena ternyata, ketika kultum dll, banyak sekali peserta dauroh yang memiliki skill public speaking yang jauh lebih keren dari saya. Saya kembali dingatkan untuk terus belajar dan tidak cepat berpuas diri.

Selain itu, saya juga mendapat teladan yang baik, ada beberapa dari teman dauroh yang begitu kalem, Lembut dan halus tutur katanya. Dari sini mungkin Allah SWT menyindir saya, betapa selama ini saya masih terlalu urakan untuk disebut akhwat.

Dan yang paling saya tidak bisa lupa, ketika ada kesempatan makan bersama ustadzah, salah satu anak beliau sedang sibuk mencari label halal dari sebuah permen. SubhanAllah, dia belum lulus TK, tapi dia sudah diajari membaca dan bisa, hanya untuk tahu apakah makanan yang masuk ke perutnya itu halal atau tidak.

Saya juga salut atas kepanitiaannya. Saya yakin, tidak mudah untuk menyelenggarakan dauroh ini. Tapi saya tidak melihat satupun wajah lelah. Yang ada hanya wajah-wajah yang ikhlas yang penuh semangat, dan kami masih juga mendapatkan pelayanan yang sangat baik. Jazakumullah khairan katsiir, untuk kepanitiaan Dauroh MTXL I.

Entah kenapa, ketika menyimak materi-materi keagamaan saat dauroh, saya sama sekali tidak merasakan kantuk. Tapi seninnya,dan seminggu berikutnya, waktu mengikuti training, saya tidak bisa melek tanpa kopi. Apakah bakat saya memang dalam bidang keagamaan dan dakwah adalah jalan saya? WAllahu A’lam Bishshowab...

Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

Ditulis oleh:
Ayunita Anzani
23 Juni 2008

Baca selengkapnya...

Testimoni Dauroh: Kang Gebi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa yang saya lihat dan saya rasakan selama acara dauroh MT XL yang lalu, tercipta iklim “positif” yang membuat kita semua mencoba menjalani proses demi proses secara positif. Efeknya, mendorong kita semua untuk mau mencoba dan menjalaninya dengan sungguh-sungguh.

Saya yakin, selama acara berjalan, tidak sedikit hal-hal yang menggoda kita untuk mengeluh, komplein, atau bahkan membuat kita malas menjalaninya. Namun kita juga terkondisikan untuk mau melawan godaan itu semua.

Hasilnya..... kita semua bisa mengambil makna dan manfaat dari aktivitas itu semua.

Artinya: kegiatan selama 2 hari satu malam tersebut telah berhasil melatih kita untuk memberi makna pada setiap detik yang kita jalani, selanjutnya tinggal bagaimana kita menikmatinya. (bayangkan kalau ini terjadi selama hidup kita, bukan cuma 2 hari saja, masyaAllah begitu berharganya hidup kita)

Alhamdulillah ..... secara pribadi saya diberi nikmati untuk bisa hadir dalam acara tersebut, sebab dengan demikian saya bisa belajar bagaimana sebetulnya hidup paripurna sebagai khalifah di muka bumi ini. Saya semakin diyakinkan bahwa, kekayaan, jabatan, kepandaian, keterampilan, ketenaran, keperkasaan, dll. Itu semua adalah amanat dan sarana yang bisa membawa kita menuju kebahagiaan hakiki yang penuh barokah, atau bisa juga membawa kita menuju kesengsaraan yang penuh dengan laknat dan kesia-siaan, tergantung bagaimana kita menggunakannya, karena itu semua adalah alat bukanlah tujuan, baru bermakna bila kita sudah menggunakannya. Nah..... pertanyaannya, bagaimanakah kita menggunakannya?

Mengutip kata-kata Iwan Abdurahman (Abah Iwan – penggubah lagu): ”Saya tidak takut kapan dan di mana saya akan mati, tapi saya sangat takut setiap detik dalam hidup ini terisi oleh sia-sia” , sia-sia karena kita salah memaknai hidup ini.

Itulah kira-kira testimoni saya, mudah-mudahan bisa mengisi detik hidup kita untuk menjadikan diri kita Rahmatan lil alamin.

Ditulis oleh:
Gebi Yani Bawole
20 Juni 2008

Baca selengkapnya...

Jumat, Juni 20, 2008

Inilah Panitia MD-I

Ya Allah,


Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (dakwah di jalan) Mu dan berjanji setia untuk membela syariatmu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup….



Bravo Panitia !!!!

Baca selengkapnya...

AIDA

AIDA adalah istilah manajemen penjualan, merupakan singkatan dari Attention (Perhatian), Interest (Minat), Decision (Pengambilan keputusan) dan Action (Tindakan). AIDA merupakan tahapan proses yang dialami oleh seorang pembeli dari ketidak peduliannya terhadap suatu produk sampai tindakan membeli produk itu. Menurut konsep AIDA seorang selesman dituntut untuk pro active.

Berikut ini contoh terapan konsep AIDA, oleh seorang salesman produk kecantikan:

ATTENTION
Salesman memasang iklan dengan genjar dan memasang spanduk dgn meletakkan ditempat2 yang strategis

INTEREST
Orang yang terkena daya tarik dari iklan dan spanduk tsb (khusunya wanita) menjadi berminat dan mengganti produk yang mereka pakai sebelumnya dgn produk baru.

DECISION
Salesman dgn ramah menerangkan keunggulan-keunggulan dari produk yang dimilikinya. Konsumen digiring ke proses pemilihan alternatif yaitu dengan mengganti produk baru tsb.

ACTION
Transaksi konsumen mengganti / membeli produk baru tsb akan terjadi

Seorang muslim harus dapat melakukan peran yang mirip seorang salesman dalam melaksanakan syiar Islam.

ATTENTION
Yang dapat menimbulkan daya tarik pada seorang muslim adalah kepribadian atau sikapnya dalam kehidupan sehari-hari (Hablun-minnanas & Hablum-minallah). Apalagi bila selalu tampil dengan percaya diri, tenang, besahabat, menghargai pendapat orang lain dan selalu menganjurkan hal-hal yang positif. Demikina sikap yang ditunjukan Nabi Muhammad.
Tiada paksaan untuk (memasuki) agama Islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada yang salah. (Al-Baqarah 2:256)

INTEREST
Melihat sikap tsb diatas akan timbul keingintahuan orang untuk mengenal Islam. Disini tugas kita untuk meluruskan kesalahan persepsi mengenai Islam dan memperkuat citra Islam yang positif.
Seruhlah manusia ke jalan Tuhan-mu dengan bijaksana dan pengajaran yang baik; dan bantahlah mereka dengan cara-cara yang terbaik. (An-Nahl 16:125)

DECISION
Keputusan apa yang diharapkan dari target market. Ada beberapa alternatif:
- Mereka tidak menghujat Islam
- Mereka bersimpati pada Islam
- Mereka menjadi Muslim yang benar
Katakanlah, kebenaran itu dari Tuhanmu. Barangsiapa yang suka, hendaklah ia beriman dan barangsiapa yang tidak suka silakan mengingkarinya. (Al-Kahfi 18:29)

ACTION
Memberikan kesempatan yang seluas luasnya untuk beribadah dan sarana yang diperlukan.
Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah dalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini kebenaran ayat-ayat Allah itu menggelisahkan kamu. (Ar-Ruum 30:60)

Ditulis oleh:
Rubiati Setiarini

Disiapkan untuk Daurah MTXL 13-15 Juni 2008

Baca selengkapnya...

Testimoni Dauroh: Rosa, Inna, Lulu, Septi, Shynta, Emi

Alhamdulilah setelah mengikuti dauroh MTXL I, rasanya... ko waktunya kurang ya... :)
Memang dianggap perlu sekali mengikuti kegiatan seperti ini, seperti siraman rohani, akhirnya menjadi segar kembali :)
Insya-allah jika masih ada waktu dan dibolehkan kembali untuk mengikuti dauroh ke 2, aku akan ikut lagi ya....
Kebersamaan yang diperoleh setelah mengikuti dauroh ini, sepertinya melekat ya... sampai2 email kita penuh dan tak henti2nya saling menasehati satu sama lainnya..
Insya-allah kita semua selalu mendapatkan ridho Allah swt dan mendapatkan keselamatan di dunia & akhirat amien...
Wassalamu Alaikum Wr wb
--Rosa

yang pasti suenengggggg banget...alhamdullilah dapat teman baru, dapat pengalaman baru..dan yang buat lebih seneng..berkelanjutan sampai sekarang dengan adanya tahajud call.
Pengisi acara di acara dauroh kemaren cukup bagus, makanannya enak, panitianya asik.. dan care sama pesertanya.
--Inna

Gak nyangka ya, ikutan Dauroh bisa dapet temen baru :), banyak lagi..
Trus yang pasti sih semuanya tuh memberikan “aura” positif, apalagi buat aku yang kadang suka pesimis. Dapet ilmu, dapet temen, dan serunya gak terbayangkan :) . Semoga apa yang kita dapet selama Dauroh bisa tetep dipertahankan ya..
Keep istiqomah!
--Lulu

Subhanallah wal hamdulillah, buat the Great Team Panitia n Peserta Dauroh MTXL I, salutte...
Pejuang-pejuang tangguh...ini cuma sebuah awalan, dan keistiqomahan itulah kuncinya.
Congratz be Heaven IDOLS !!! InsyaAllah...semoga titian-titian selanjutnya dapat dimudahkan...
Kemaren kita menangis, Sekarang kita berjuang demi tangisan yang kemaren, dan Esok kita bersuka cita akan kemenangan...
InsyaAllah Harapan itu selalu ADA...
--Septi

Acara ini sangat bagus dan bermanfaat utk melakukkan perubahan dan membangun spiritual kita dalam bekerja dan beribadah kpd ALLah SWT.
Pembicaranya TOP markotop deh..., ukhuwah islamiyah terjalin baik.
Selesai acara pun silturahmi kita tetap terjaga...
Pokoknya MANTABSSSSS......
--Shynta

BUKAN ACARA BIASA...
LUARRRRR BIASSA..
Ukhuwahnya sangat terasa (khususnya dengan peserta akhwat)..
Terasa manis,, lebih dari gula..
Actually, tiada kata yang bisa mengungkapkan kesan terhadap Daurah MTXL I
Kecuali... SUBHANALLAH... syukurku persembahkan kepada Allah karena bisa ikut Dauroh MTXL I ini..
KEEP HAMASAH !!
--Emi

Baca selengkapnya...

CSR Report: Sampe puasssss……..!!!


Sampe Puas .... Jargon promo XL ini bergema dari suara anak-anak di tiga tempat suatu pagi yang cerah di daerah Ciawi Bogor. Teriakan dengan tangan ke atas dan jari telunjuk-jari tengah bersilang ini bukan tanpa sebab, hari itu, Sabtu tanggal 14 Juni 2008 SD Bendungan 1, SD Bendungan 2, dan Madrasah Ibtidaiyah (SD Islam/MI) al-Khoiriyah 3 Ciawi masing-masing mendapatkan 1 unit komputer (sampe nyalaaa....), buku+alat tulis dan bantuan dana pendidikan dari Majelis Ta'lim XL (MTXL) bekerjasama dengan Corporate Communication XL dan program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya. Bakti lingkungan ini merupakan salah satu rangkaian acara Dauroh MTXL I yang dilakukan di Balai Pelatihan Departemen Pertanian Ciawi 13-15 Juni yang lalu.


SD dan Madrasah yang juga berada di sekitar radius 100m BTS XL Tapos Ciawi ini memang layak untuk mendapat bantuan. MI al-Khoiriyah 3 hidup dari hanya dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Sekolah ini tidak memungut biaya dari siswa, karena memang hampir semuanya adalah siswa tidak mampu. Padahal dana BOS hanya sebesar Rp 5jt per 3 (tiga) bulan sedangkan jumlah gurunya (termasuk Kepala Sekolah) ada 8 orang. Ruangan kelas hanya ada 4 padahal muridnya ada 6 kelas, kelas 1 sampai kelas 6, sehingga dua kelas terpaksa masuk siang. Itupun dengan fasilitas seadanya dan tanpa aliran listrik.

Untuk menghidupkan komputer yang dibaru diperoleh dari XL, beberapa guru terpaksa mengulur kabel yang cukup panjangn untuk "nyolok" ke masjid warga.

SD Bendungan 2 belum memiliki komputer. Data-data pendidikan siswa didata dalam buku dan grafiknya ditampilkan di dinding dengan menggunakan kertas warna, seperti prakarya anak SD di kota Jakarta. Namun ada yang menarik ketika Tim MTXL menginstalasi komputer bantuan, ada seorang guru bertanya,"Pentium berapa Pak?" Dijawab Tim MTXL,"Pentium 3 Bu." Sang Bu Guru pun manggut-manggut, O... katanya. Di perjalanan pulang, Rekan-rekan Tim saling bercanda, maksudnya Bu Guru itu mungkin .. O... pantes disumbangin. Padahal Tim MTXL yang dikomandani oleh Pak Imam Rochadi sudah disambut dengan lagu Tanah Airku dan barisan anak-anak SD dengan segala keluguannya. Yang pastinya membuat bangga dan haru. InsyaAllah Bu Guru, Pak Guru, adik-adik siswa, ke depan kami akan usahakan komputer baru tekad Tim MTXL.


Cerita SD Bendungan 1 lain lagi, sudah hampir 2 minggu komputer satu-satunya di sekolah itu rusak. Belum diperbaiki karena alasan klasik 'belum ada dananya Pak".

Kegiatan Dauroh (training keislaman) pertama yang diadakan MTXL dalam rangka memberikan pemahaman islam lebih luas dan mendalam untuk meningkatkan profesionalisme kerja dan lebih memaknai Integrity, Team Work dan Service Excellent yang merupakan pengejawantahan dari Asmaul Husna. Al Mu'min, AlJami', Al Waly Al Wahab.


Mudah-mudahan Rekan-rekan XL dapat merasakan kebahagiaan guru-guru dan adik-adik kita ini dan MTXL dapat lebih banyak melaksanakan lagi kegiatan serupa namun tentunya lebih baik dan lebih baik lagi.

Foto bersama para penerima Bantuan


Ditulis oleh:
Redi Rindayadi Ahmad
16 Juni 2008

Baca selengkapnya...

Testimoni Dauroh: si A

Namaku si A, aku seorang gadis yang bisa dibilang masih muda apabila seseorang mendengar bahwa usiaku masih 22 tahun namun tidak bagiku, angka double two merupakan titik di mana aku harus berbalik. berbalik dari segala yang ada di belakang kakiku untuk aku jadikan segala sesuatu menjadi di bawah kakiku.

Aku pernah mendengar bahwa, seringnya kita mengkhawatirkan masa lalu dan masa depan, padahal masa lalu adalah kenangan dan masa depan adalah rahasia namun saat inilah yang merupakan anugrah, hadiah dan penghargaan yang harus kita lalui, hadapi dan warnai namun aku masih begitu takut untuk menjalani apa yang ada saat ini, karena masa lalu terlalu mewarnai kelabunya cerita hidupku dan masa depam terlalu membawa bayangan kabut yang patut aku khawatirkan hingga aku tak pernah ingin mencoba menghargai hari ini, saat ini dan kesempatan ini hingga saat datangnya moment ini, kesempatan ini, waktu ini dimana segalanya menawarkan padaku tentang sebuah cahaya yang mungkin merupakan jawaban dari ketakutan dan kekhawatiranku saat ini. aku begitu takut bahwa yang selama ini aku lakukan adalah salah dan tak berarti, bahwa yang aku lakukan hanyalah kulit balutan yang didalamnya tak memiliki tulang bahkan daging.

Aku terlalu khawatir akan masa depan saat aku berhasil dengan sempurna menjalani dan menghadapi masa kini dengan pembelajaran-pembelajaran yang akan membuka mata hati dan pikiranku bahwa saat ini aku tidak memiliki apa-apa selain kesombongan yang menutupi kebodohanku masa ini, kesempatan yang datang padaku ini, pembelajaran yang ada di hadapanku ini, adalah dauroh Majlis Taklim 1.

Begitu bahagia ku mendengarnya, begitu antusias ku ingin mengikutinya, begitu semangat ku mempersiapkannya. kuyakin banyak pelajaran di dalamnya, banyak pengetahuan menyelimutinya, banyak hikmah di baliknya, namun syaitan tak kan pernah berhenti menari-nari dan bersenandung lagu buaian semu yang memabukkan hingga muncullah keraguan itu, hadir tanda tanya itu, tiba keraguan itu menggoda haruskah aku berubah setelahnya??? mampukah aku meninggalkan masa kini karena merupakan bagian dari masalaluku saat aku melangkah maju??? terbukakah hati dan pikiranku untuk menelaah bahwa saat ini banyak kesalahan-kesalahan kecil yang nantinya akan menumpuk yang aku jadikan investasi???wajibkah aku menyalahkan dan mengklaim bahwa guruku keliru karena aku memiliki pelajaran akan hal yang sama namun berbeda dari guru yang berbeda???

Jam, menit dan detik berlalu dengan keraguan, berjuta alasan mengalir dengan derasnya menghantam kaki dan tumpuanku agar tumbang dan meninggalkan majlis ini, namun "syaitan tidak akan berhenti menjerumuskan kita" yang kudengar dari imamku mampu membakar ghirah dalam hati dan keimanan yang minimal ini untuk memantapkan 1 langkah awal penentu ribuan langkah hidupku selanjutnya dauroh MTXL I ini memberikanku beribu pengajaran yang insyaalloh tak kan aku lupakan demi hidup dan pembelajaranku menuju perbaikan, kenyataan bahwa terdapat beberapa hal dan ibadah yang selama ini aku lakukan namun bernilai salah membuatku terperanga mengingat bahwa aku berkecimpung dengan 'kebodohan' selama beberapa tahun ke belakang yang tak kucoba mencari ilmu yang lebih banyak untuk menjadi cerminku dalam beribadah dan bertindak.

Dari majlis inipun ku belajar berbesar hati bahwa segalanya tak harus senada, tak wajib selaras, tak mesti satu suara. begitu juga ibadah. tak harus kita berdiri serempak dalam 1 waktu, tak wajib kita mengenakan seragam yang seukuran, yang sewarna tak mesti pula kita bergerak kembar identik akan kita temui secara sadar ataupun tidak, perbedaan di luar sana, walau kita sama-sama muslim. sama-sama sujud, tunduk dan patuh pada Alloh SWT yang sama. melebihi jumlah muslim itu sendiri tak perlu kita mencari siapa yang benar, mana cara yang paling sempurna, selama kita percaya, kita yakin, kita menyembah kepada Alloh yang sama, perbedaan "kecil" dalam pelaksanaan ibadah tak perlu menjadi halangan bagi kita untuk tetap bersama menyeru dan membesarkan asma Alloh di muka bumi ini.

Ketakutanku terbesar dengan mengikuti Dauroh MTXL ini adalah keterbukaan mata keimananku selama ini yang kuburamkan dengan hal-hal yang sebenarnya merupakan dosa-dosa kecil yang kutolerir dengan kilah "manusia tak kan luput dari dosa" membuat gentar kaki ini melangkah menuju kebenaran karena ingatan terhadap "apabila kita tau ilmunya, akan bernilai sebuah dosa apabila kita menentang atau melanggarnya". kejahiliyahanku semakin membakar niat ini agar tetap bodoh dan tak memiliki ilmu apa-apa agar aku tak jatuh dalam dosa diri sendiri yang tak mengamalkan apa yang ku dapat "akan aku berikan kata yang bernilai kebahagiaan bagimu bahwa "Alloh tak akan pernah bosan mengampuni dosa hamba-hamba-Nya selama hamba tersebut tak bosan meminta maaf dan ampunan pada-KU"" membuat diri ini terpuruk pada rasa malu yang amat sangat dalam. siapa yang kupermainkan selama ini??? siapa yang kuolok-olok dengan perbuatan dholimku???aku tau jalan yang aku lalui salah namun karena banyaknya hiburan sepanjang perjalanan, membuatku terlena untuk kembali mengulang dan mengulang "dosa kecil" yang mungkin bila tak kutinggalkan akan menjadi dosa besar yang tak kan membuatku bahagia di "kehidupan kekal" nanti.

Dauroh MTXL merupakan satu dari puluhan juta jalan bagi kita untuk menimba ilmu, untuk membuka wawasan, untuk lebih dekat dengan Alloh Tuhan kita dan untuk menguak rahasia kehidupan itu sendiri. tak kan pernah kita dibiarkan melenggang dengan senandung kemenangan dalam meraih kebahagiaan hakiki yaitu ridho Alloh SWT oleh syaitan yang telah dilaknat oleh Alloh.

Maka singkirkan rasa malas itu dan rasa enggan ini untuk selalu meraih kebaikan demi mencapai hidup dunia dan akhirat yang menjadi dambaan setiap insan yang "sadar".

Terima kasih untuk kesempatan yang diberikan oleh Alloh kepadaku untuk kembali sekali lagi mendapat ilmu yang tak ternilai harganya melalui majlis ini. dan terima kasih pula kepada penggagas, panitia dan rekan yang telah memberikan konstribusinya pada Dauroh MTXL I ini, semoga amal dan niat baik untuk saling mengingatkan dan memperbaiki diri dinilai sebagai ibadah oleh Alloh yang telah disiapkan balasan yang "lezat" di sisi-Nya kelak. amien y robbal alamien...

Jakarta, 19 Juni 08
Peserta Dauroh MTXL I

Baca selengkapnya...

Testimoni Dauroh: Sandra, Ikhe, TeguhH, Iqbal

Alhamdulillah, banyak hal yg bisa didapatkan dari mengikuti dauroh ini: ilmu, motivasi, semangat dan sahabat.
Semangat yg ditularkan dari serangkaian acara2 selama dauroh semoga bisa dirasakan terus.
Dan kebersamaan yg terbentuk selama dauroh tetap berlanjut.
Selamat untuk panitia yg berhasil mensukseskan acara ini, tempatnya bagus, konsumsinya enak, acara bisa dinikmati, ide hunting foto nya boleh jg, plus dpt bonus ilmu maen angklung dari Pak Gebi.
--Sandra

Alhamdullilah, kesempatan yg luar biasa bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan Dauroh MTXL I.
Subhanallah, acaranya bagus banget. Didalamnya kita bisa bersilahturahmi, dari yg belum kenal menjadi kenal (padahal 1 kantor dan ketemu hampir setiap hari), sekarang kalo ketemu bisa saling tegur sapa, senengnya … . Disini kita bareng2 belajar untuk lebih mengenal diri sendiri, saudara seiman, dan terlebih lagi ta’aruf kpd Alloh.
Acaranya tidak hanya materi di kelas tp jg tadabbur alam. Jalan2 sambil menikmati keadaan dan pemandangan yg menjadikan kita semakin mengagungkan kebesaran Alloh, Allohuakbar !!!. Tak kalah penting, konsumsinya enak and sering euy …. . Last but not least, bagi mereka yg belum ikutan; musti, kudu, wajib ikut acara ini,
Insyaalloh apa yg diniatkan (bwt ikut acara ini) bisa teraplikasi.
--Ikhe

Subhanallah, sulit sekali bagi saya untuk membendung air mata setiap membaca email tentang geliat dakwah MTXL..., tentu saja airmata kebahagiaan...
ingin sekali merasakan kehangatan dakwah yang begitu menggeliat dan semarak di XL...
subhallah walhamdulillah walaa illaaha illallah...
wassalam
--Teguh Hidayat

Menurut saya, Ustadznya bagus2, berilmu dan memotivasi. Alhamdulillah, saya bersyukur bisa mengikuti Daurah MTXL.
Disamping itu, berkenalan dg saudara2 seiman sungguh menyenangkan. Semoga Allah SWT selalu menjaga dan meridloi kita semua. Sampai jumpa di Surga, bro! Insya Allah.. :)
--Iqbal Firmansyah

Baca selengkapnya...

Testimoni Dauroh: Redi

Assalammu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokatuh,

Senang rasanya melihat bagaimana fasihnya saudara-saudara kita menyampaikan tausiah dalam kultum selama acara. Ternyata banyak Ustadz/Ustadzah-nya nih di XL :) Mudah-mudahan setelah acara ini amar ma’ruf nahi munkar kita meningkat dari yang hanya sekedar di hati menjadi dengan lisan. Untuk pengurus MTXL mudah-mudahan MTXL dapat memberi “slot” waktu dan tempat bagi para da’i kita ini. Ayoo.....

Yang kedua, salut bagi peserta yang dengan terbuka mendengarkan tausiah saudaranya sehingga sehingga pemateri kultum merasa nyaman utk berbagi ilmu. Mudah-mudahan perasaan kita yang biasanya agak “segan” amar ma’ruf secara lisan karena takut dibilang sok alim/tahu lah, sok soleh lah, cari muka lah dst, yang kebanyakan intinya bersu’udzon kepada pendengar, berubah menjadi alim/tahu dong, soleh dong, cari pahala dong :)

Yang ketiga, fisik kita ternyata kuat ya... tidur jam 11 malam bangun jam 3 pagi ternyata masih kuat untuk jalan naik turun bukit. Jadi alasan tidak bisa qiyamul lail karena takut di kantor tidak perform bisa dicoret ah...... (terutama utk yang nulis nih...)

Yang terakhir. Alhamdulillah, segala puji bagi Engkau ya Allah, Dauroh MTXL I ini sudah terselenggara dengan selamat. Semoga acara ini sukses di sisi Engkau ya Allah, dengan ikhlasnya niat hati kami. Semoga acara ini sukses di sisi Engkau ya Allah, dengan tercurahnya hidayah ke hati-hati kami dan barokahnya materi, tenaga, waktu yang kami habiskan untuk acara ini. Ya Allah kuatkan hati kami untuk tidak puas karena pujian, tidak lemah karena kritikan, tidak mundur karena celaan. Ya Allah jika acara ini baik bagi agama kami, bagi bangsa kami, bagi perusahaan kami, bagi keluarga kami dan bagi kami sendiri, mudahkanlah untuk kami dapat menyelenggarakan acara ini secara periodik. Namun jika acara ini tidak baik bagi agama kami, tidak baik bagi bangsa kami, tidak baik bagi perusahaan kami, tidak baik bagi keluarga kami dan tidak baik bagi kami sendiri, berikanlah yang lebih baik bagi kami.

Teriring rasa hormat dan bangga, terima kasih serta permohonan maaf, kepada saudaraku para panitia dan peserta.

Wassalamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokatuh.

Ditulis oleh:
Redi Rindayadi Ahmad
19 Juni 2008

Baca selengkapnya...

Asmaul Husna

Nama-nama Allah yang Terbaik


Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalakanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 7:180)



Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan jangan kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu". (QS. 17:110)

Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu. Barangsiapa menghitung-hitungnya (menyebut-nyebutnya) masuklah ia ke surga. Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai yang ganjil. "Huwallaahul ladzii laa ilaaha illaa huwa" (h.r. Tirmidzi)

Dialah Allah yang tidak ada Tuhan selain-Nya:
01. Ar-Rahmaanu : Maha Pengasih
02. Ar-Rahiimu : Maha Penyayang
03. Al-Maliku : Maha Merajai
04. Al-Qudduusu : Maha Suci
05. As-Salaamu : Maha Menyelamatkan
06. Al-Mu'minu : Maha Pemelihara Keamanan
07. Al-Muhayminu : Maha Penjaga
08. Al-'Aziizu : Maha Mulia
09. Al-Jabaaru : Maha Perkasa
10. Al-Mutakabbiru : Maha Megah
11. Al-Khaaliqu : Maha Pencipta
12. Al-Baari'u : Maha Pembuat
13. Al-Mushawwiru : Maha Pembentuk
14. Al-Ghaffaaru : Maha Pengampun
15. Al-Qahhaaru : Maha Pemaksa
16. Al-Wahhaabu : Maha Pemberi
17. Ar-Razzaaqu : Maha Pemberi Rizki
18. Al-Fattaahu : Maha Membukakan
19. Al-'Aliimu : Maha Mengetahui
20. Al-Qaabidhu : Maha Mencabut
21. Al-Baasithu : Maha Meluaskan
22. Al-Haafidhu : Maha Menjatuhkan
23. Ar-Raafi'u : Maha Mengangkat
24. Al-Mu'izzu : Maha Pemberi Kemuliaan
25. Al-Mudzillu : Maha Pemberi Kehinaan
26. As-Samii'u : Maha Mendengar
27. Al-Bashiiru : Maha Melihat
28. Al-Hakamu : Maha Menetapkan Hukum
29. Al-'Adlu : Maha 'Adil
30. Al-Lathiifu : Maha Lemah Lembut
31. Al-Khabiiru : Maha Waspada
32. Al-Haliimu : Maha Penyantun
33. Al-'Azhiimu : Maha Agung
34. Al-Ghafuuru : Maha Pengampun
35. Asy-Syakuuru : Maha Menghargai
36. Al-'Aliyyu : Maha Tinggi
37. Al-Kabiiru : Maha Besar
38. Al-Hafiizhu : Maha Memelihara
39. Al-Muqiitu : Maha Pemberi Kecukupan
40. Al-Hasiibu : Maha Menghitung/Penjamin
41. Al-Jaliilu : Maha Luhur
42. Al-Kariimu : Maha Pemurah
43. Ar-Raqiibu : Maha Peneliti
44. Al-Mujiibu : Maha Mengabulkan
45. Al-Waasi'u : Maha Luas
46. Al-Hakiimu : Maha Bijaksana
47. Al-Waduudu : Maha Pencinta
48. Al-Majiidu : Maha Mulia
49. Al-Baa'itsu : Maha Membangkitkan
50. Asy-Syahiidu : Maha Menyaksikan/Mengetahui
51. Al-Haqqu : Maha Benar
52. Al-Wakiilu : Maha Memelihara Penyerahan
53. Al-Qawiyyu : Maha Kuat
54. Al-Matiinu : Maha Kokoh/Perkasa
55. Al-Waliyyu : Maha Melindungi
56. Al-Hamiidu : Maha Terpuji
57. Al-Muhshii : Maha Penghitung
58. Al-Mubdi'u : Maha Memulai
59. Al-Mu'iidu : Maha Mengulangi
60. Al-Muhyi : Maha Menghidupkan
61. Al-Mumiitu : Maha Mematikan
62. Al-Hayyu : Maha Hidup
63. Al-Qayyuumu : Maha Berdiri Sendiri
64. Al-Waajidu : Maha Menemukan/Kaya
65. Al-Maajidu : Maha Mulia
66. Al-Waahidu : Maha Esa
67. Al-Aahadu : Maha Esa
68. Ash-Shamadu : Maha Dibutuhkan
69. Al-Qaadiru : Maha Kuasa
70. Al-Muqtadiru : Maha Menentukan
71. Al-Muqaddimu : Maha Mendahulukan
72. Al-Muakhkhiru : Maha Mengakhirkan
73. Al-Awwalu : Maha Awal/Pertama
74. Al-Aakhiru : Maha Akhir/Penghabisan
75. Azh-Zhaahiru : Maha Nyata
76. Al-Baathinu : Maha Tersembunyi
77. Al-Waali : Maha Menguasai
78. Al-Muta'aali : Maha Agung/Suci
79. Al-Barru : Maha Dermawan
80. At-Tawwaabu : Maha Menerima Taubat
81. Al-Muntaqimu : Maha Penyiksa
82. Al-'Afuwwu : Maha Pema'af
83. Ar-Ra'uufu : Maha Pengasih
84. Maalikul Mulki : Maha Menguasai Kerajaan
85. Dzul Jalaali wal Ikraami : Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan
86. Al-Muqsithu : Maha Adil
87. Al-Jaami'u : Maha Mengumpulkan
88. Al-Ghaniyyu : Maha Kaya
89. Al-Mughniy : Maha Pemberi Kekayaan
90. Al-Maani'u : Maha Menolak/Membela
91. Adh-Dhaarru : Maha Pemberi Bahaya
92. An-Naafi'u : Maha Pemberi Manfaat
93. An-Nuuru : Maha Bercahaya
94. Al-Haadi : Maha Pemberi Petunjuk
95. Al-Badii'u : Maha Pencipta Yang Baru
96. Al-Baaqii : Maha Kekal
97. Al-Waaritsu : Maha Mewarisi
98. Ar-Rasyidu : Maha Cendekia
99. Ash-Shabuuru : Maha Penyabar

Disunting oleh:
Anwar Faruq
19 Juni 2008

Baca selengkapnya...

Sholat... Sholat...

{Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Alloh) dengan sabar dan sholat.}
(QS. Al-Baqoroh: 153)
Jika anda diliputi ketakutan, dihimpit kesedihan, dan dicekik kerisauan, maka segera bangkit untuk melakukan Sholat, niscaya jiwa Anda akan kembali tenteram dan tenang! Sesungguhnya sholat itu -atas ijin Alloh- sangatlah cukup untuk hanya sekedar menyirnakan kesedihan dan kerisauan.

Setiap kali dirundung kegelisahan, Rosulullah Sallallahu alaihi wa salam selalu meminta kepada Bilal bin Rabbah, “Tenangkanlah kami dengan sholat, wahai Bilal” (Al-Hadits). Begitulah sholat benar-benar merupakan penyejuk hati dan sumber kebagiaan Rasulullah s.a.w.

Saya telah banyak membaca sejarah hidup beberapa tokoh kita. Dan umumnya, mereka sama dalam satu hal: saat dihimpit banyak persoalan sulit dan menghadapi banyak cobaan. Mereka meminta pertolongan kepada Alloh dengan sholat yang khusyu. Begitulah mereka mencari jalan keluar, sehinga kekuatan, semangat dan tekat hidup mereka pun pulih kembali.

Sholat khauf diperintahkan untuk di kerjakan pada saat-saat genting. Yakni ketika nyawa terancam oleh hunusan pedang lawan yang dapat menyebabkan kekalahan. Ini merupakan isyarat bahwa sebaik-baik penenang jiwa dan penentram hati adalah sholat yang khusuk’.

Bagi generasi umat manusia yang sedang banyak menderita penyakit kejiwaan pada saat ini, hendaklah rajin mengenal masjid dan menempelkan keningnya di atas lantai tempat sujud dalam rangka meraih ridho dari Rabbnya. Dengan begitu, niscaya ia akan selamat dari pelbagai himpitan bencana. Akan tetapi, bila ia tidak segera mengerjakan kedua tadi, niscaya air matanya justru akan membakar kelopak matanya dan kesedihan akan menghancurkan urat syarafnya. Maka menjadi semakin jelas bahwa, seseorang tidak memiliki kekuatan apa pun yang dapat mengantarkannya kepada ketenangan dan ketenteraman hati selain sholat.

Salah satu nikmat Alloh yang paling besar-jika kita mau berpikir-adalah bahwa, sholat wajib lima waktu dalam sehari semalam dapat menebus dosa-dosa kita dan mengangkat derajat kita di sisi Robb kita.Bahkan, sholat lima waktu juga dapat menjadi obat paling mujarab untuk mengobati pelbagai ke4kuatan yang kita hadapi dan obat yang sangat manjur untuk berbagai macam penyakit yang kita derita. Betapapun, sholat mampu meniupkan ketulusan iman dan kejernihan iman ke dalam renung hati, sehinga hatipun selalu ridha dengan apa saja yang ditentukan Alloh.

Lain halnya dengan orang yang lebih senang menjauhi masjid dan meninggalkan sholat. Mereka niscaya akan hidup dari satu kesusahan ke kesusahanya yang lain, dari guncangan jiwa yang satu ke guncangan jiwa yang lain, dan dari kesengsaraan yang satu ke kesengsaraan yang lain.

{Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Alloh menghapus amal amal mereka.}
(QS. Muhammad: 8). {}
Seri La Tahzan Hal.33

Disunting oleh
staff MTXL

1 April 2008

Baca selengkapnya...