Jumat, Juni 20, 2008

Testimoni Dauroh: si A

Namaku si A, aku seorang gadis yang bisa dibilang masih muda apabila seseorang mendengar bahwa usiaku masih 22 tahun namun tidak bagiku, angka double two merupakan titik di mana aku harus berbalik. berbalik dari segala yang ada di belakang kakiku untuk aku jadikan segala sesuatu menjadi di bawah kakiku.

Aku pernah mendengar bahwa, seringnya kita mengkhawatirkan masa lalu dan masa depan, padahal masa lalu adalah kenangan dan masa depan adalah rahasia namun saat inilah yang merupakan anugrah, hadiah dan penghargaan yang harus kita lalui, hadapi dan warnai namun aku masih begitu takut untuk menjalani apa yang ada saat ini, karena masa lalu terlalu mewarnai kelabunya cerita hidupku dan masa depam terlalu membawa bayangan kabut yang patut aku khawatirkan hingga aku tak pernah ingin mencoba menghargai hari ini, saat ini dan kesempatan ini hingga saat datangnya moment ini, kesempatan ini, waktu ini dimana segalanya menawarkan padaku tentang sebuah cahaya yang mungkin merupakan jawaban dari ketakutan dan kekhawatiranku saat ini. aku begitu takut bahwa yang selama ini aku lakukan adalah salah dan tak berarti, bahwa yang aku lakukan hanyalah kulit balutan yang didalamnya tak memiliki tulang bahkan daging.

Aku terlalu khawatir akan masa depan saat aku berhasil dengan sempurna menjalani dan menghadapi masa kini dengan pembelajaran-pembelajaran yang akan membuka mata hati dan pikiranku bahwa saat ini aku tidak memiliki apa-apa selain kesombongan yang menutupi kebodohanku masa ini, kesempatan yang datang padaku ini, pembelajaran yang ada di hadapanku ini, adalah dauroh Majlis Taklim 1.

Begitu bahagia ku mendengarnya, begitu antusias ku ingin mengikutinya, begitu semangat ku mempersiapkannya. kuyakin banyak pelajaran di dalamnya, banyak pengetahuan menyelimutinya, banyak hikmah di baliknya, namun syaitan tak kan pernah berhenti menari-nari dan bersenandung lagu buaian semu yang memabukkan hingga muncullah keraguan itu, hadir tanda tanya itu, tiba keraguan itu menggoda haruskah aku berubah setelahnya??? mampukah aku meninggalkan masa kini karena merupakan bagian dari masalaluku saat aku melangkah maju??? terbukakah hati dan pikiranku untuk menelaah bahwa saat ini banyak kesalahan-kesalahan kecil yang nantinya akan menumpuk yang aku jadikan investasi???wajibkah aku menyalahkan dan mengklaim bahwa guruku keliru karena aku memiliki pelajaran akan hal yang sama namun berbeda dari guru yang berbeda???

Jam, menit dan detik berlalu dengan keraguan, berjuta alasan mengalir dengan derasnya menghantam kaki dan tumpuanku agar tumbang dan meninggalkan majlis ini, namun "syaitan tidak akan berhenti menjerumuskan kita" yang kudengar dari imamku mampu membakar ghirah dalam hati dan keimanan yang minimal ini untuk memantapkan 1 langkah awal penentu ribuan langkah hidupku selanjutnya dauroh MTXL I ini memberikanku beribu pengajaran yang insyaalloh tak kan aku lupakan demi hidup dan pembelajaranku menuju perbaikan, kenyataan bahwa terdapat beberapa hal dan ibadah yang selama ini aku lakukan namun bernilai salah membuatku terperanga mengingat bahwa aku berkecimpung dengan 'kebodohan' selama beberapa tahun ke belakang yang tak kucoba mencari ilmu yang lebih banyak untuk menjadi cerminku dalam beribadah dan bertindak.

Dari majlis inipun ku belajar berbesar hati bahwa segalanya tak harus senada, tak wajib selaras, tak mesti satu suara. begitu juga ibadah. tak harus kita berdiri serempak dalam 1 waktu, tak wajib kita mengenakan seragam yang seukuran, yang sewarna tak mesti pula kita bergerak kembar identik akan kita temui secara sadar ataupun tidak, perbedaan di luar sana, walau kita sama-sama muslim. sama-sama sujud, tunduk dan patuh pada Alloh SWT yang sama. melebihi jumlah muslim itu sendiri tak perlu kita mencari siapa yang benar, mana cara yang paling sempurna, selama kita percaya, kita yakin, kita menyembah kepada Alloh yang sama, perbedaan "kecil" dalam pelaksanaan ibadah tak perlu menjadi halangan bagi kita untuk tetap bersama menyeru dan membesarkan asma Alloh di muka bumi ini.

Ketakutanku terbesar dengan mengikuti Dauroh MTXL ini adalah keterbukaan mata keimananku selama ini yang kuburamkan dengan hal-hal yang sebenarnya merupakan dosa-dosa kecil yang kutolerir dengan kilah "manusia tak kan luput dari dosa" membuat gentar kaki ini melangkah menuju kebenaran karena ingatan terhadap "apabila kita tau ilmunya, akan bernilai sebuah dosa apabila kita menentang atau melanggarnya". kejahiliyahanku semakin membakar niat ini agar tetap bodoh dan tak memiliki ilmu apa-apa agar aku tak jatuh dalam dosa diri sendiri yang tak mengamalkan apa yang ku dapat "akan aku berikan kata yang bernilai kebahagiaan bagimu bahwa "Alloh tak akan pernah bosan mengampuni dosa hamba-hamba-Nya selama hamba tersebut tak bosan meminta maaf dan ampunan pada-KU"" membuat diri ini terpuruk pada rasa malu yang amat sangat dalam. siapa yang kupermainkan selama ini??? siapa yang kuolok-olok dengan perbuatan dholimku???aku tau jalan yang aku lalui salah namun karena banyaknya hiburan sepanjang perjalanan, membuatku terlena untuk kembali mengulang dan mengulang "dosa kecil" yang mungkin bila tak kutinggalkan akan menjadi dosa besar yang tak kan membuatku bahagia di "kehidupan kekal" nanti.

Dauroh MTXL merupakan satu dari puluhan juta jalan bagi kita untuk menimba ilmu, untuk membuka wawasan, untuk lebih dekat dengan Alloh Tuhan kita dan untuk menguak rahasia kehidupan itu sendiri. tak kan pernah kita dibiarkan melenggang dengan senandung kemenangan dalam meraih kebahagiaan hakiki yaitu ridho Alloh SWT oleh syaitan yang telah dilaknat oleh Alloh.

Maka singkirkan rasa malas itu dan rasa enggan ini untuk selalu meraih kebaikan demi mencapai hidup dunia dan akhirat yang menjadi dambaan setiap insan yang "sadar".

Terima kasih untuk kesempatan yang diberikan oleh Alloh kepadaku untuk kembali sekali lagi mendapat ilmu yang tak ternilai harganya melalui majlis ini. dan terima kasih pula kepada penggagas, panitia dan rekan yang telah memberikan konstribusinya pada Dauroh MTXL I ini, semoga amal dan niat baik untuk saling mengingatkan dan memperbaiki diri dinilai sebagai ibadah oleh Alloh yang telah disiapkan balasan yang "lezat" di sisi-Nya kelak. amien y robbal alamien...

Jakarta, 19 Juni 08
Peserta Dauroh MTXL I

1 komentar:

oembara yang lama mengatakan...

Subhanalloh artikelnya sangat menyentuh.. ternyata mtxl punya 'Helvy tiana Rosa' ya, :)