Saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman dan kesan pribadi yang didapat dari suatu acara yang membutuhkan investasi waktu sebanyak 2 dari 30 hari yang ada pada bulan tersebut. Investasi yang nilainya insya Allah bisa sangat besar hasilnya ketika diikuti dengan penyikapan yang arif dan jujur.
Publikasi yang menarik. Itu awal dari ketertarikan saya terhadap acara dauroh ini. Ya, berawal dari sebuah email yang konsepnya 'tidak biasa' untuk sebuah undangan dauroh, terlebih lagi jika dikirim oleh MTXL. Semula saya pikir, ini adalah undangan pendakian gunung atau jelajah alam yang biasa dilakukan oleh klub-klub pecinta alam. One good point: a good first impression is an important way to attract people.
Kultum yang menantang. Kultum, kuliah tujuh s/d sepuluh menit, adalah salah satu tugas yang diamanahkan panitia kepada setiap peserta. Terus terang, saya adalah orang awam, sehingga saya merasa bahwa justru saya yang saat ini perlu diberikan pencerahan. 'Sampaikanlah walau hanya satu ayat'. Okay, ayat apa yang saat ini saya hapal? Satu-satunya ayat yang selalu bergaung di kepala saya setiap harinya adalah 'tunjukkanlah jalan yang lurus'. Setelah berselancar dan bertanya kesana-kemari, akhirnya saya dapat juga suatu materi yang sesuai dengan tema yang diharapkan. Saya baca, saya sunting, saya ketik, dan saya cetak. Selesai? Belum.
Saya masih harus menyempatkan waktu untuk bergumam menghapalkan materi dan ayat yang ada. Jika sekedar berbicara tentang materi yang saya kuasai, insya Allah saya percaya diri. Tapi ini adalah ayat Al-Qur'an. Bagaimana jika nantinya salah menyampaikan? Alhamdulillah, ternyata semua peserta dan panitia sangat terbuka untuk menerima kekurangan ketika giliran saya muncul untuk bertaushiyah. Terlihat sepele, namun penerimaan ini justru sungguh luar biasa besar pengaruhnya terhadap seseorang. Penghargaan yang muncul dari ketulusan serta semangat saling nasihat-menasihati dan tolong-menolong dalam kebaikan akan bernilai sangat konstruktif bagi seseorang untuk selalu memperbaiki diri dengan kesadaran yang utuh.
Well, selamat panitia, misi anda di balik pemberian tugas kultum ini tampaknya berhasil tersampaikan.
Fasilitas yang sangat baik. Dibenak saya saat itu, peserta akan bermalam di suatu aula yang luas dan beralaskan kasur atau tikar, mengingat pengalaman-pengalaman saya dulu semasa kuliah. Tapi ini berbeda. Setiap 2-3 orang menempati satu kamar terpisah dan memiliki satu kamar mandi tersendiri. Makan 3 kali sehari dengan menu yang lebih dari cukup. Musholla yang mampu menampung seluruh peserta, dan ruangan training yang dilengkapi dengan peralatan multimedia yang memadai. Jazakumullah khair untuk panitia atas persiapannya yang sangat baik, sehingga peserta dapat berkonsentrasi dalam mengikuti setiap acara dengan baik.
Materi yang relevan. Ustadz/fasilitator yang diundang semuanya memiliki kapabilitas yang cukup baik. Dua hal yang menurut saya bisa didapat ketika menerima suatu materi. Pertama, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang acap kali bergaung dalam diri setiap orang, untuk mencari kebenaran. Kedua, penegasan atas jawaban-jawaban yang selama ini sebenarnya kita pun sudah mengetahuinya. Momen ini bisa dijadikan sebagai titik balik dari suatu perubahan. Perubahan yang positif, perubahan yang menuju perbaikan. Dan yang utama, perubahan yang bersifat berjamaah. Apakah lebih mengenal Allah dan lebih mengenal Islam sudah menjadi kebutuhan dari kita? Kapankah kita ingin belajar dan mencari tahu lebih banyak?
Pengalaman ruhiyah setiap orang berbeda-beda. Saya mendapatkan banyak hal dari materi yang disampaikan. Beberapa resume dari materi yang tertancap di kepala saya: sudah saatnya untuk bergerak. Jangan membuang-buang waktu lagi. Mari tunjukkan komitmen untuk memperbaiki diri. Selalu kondisikan diri dan lingkungan. Mencari lingkungan yang baik sebagai pendukung di kala ingat dan penopang di kala futur. Salah satu ustadz mengingatkan, bahwa akan selalu ada bisikan-bisikan negatif dalam kepala kita. Kuasai diri ini, berjuang untuk selalu mengalahkan kecenderungan yang negatif dan sia-sia. Di saat itu, kegelisahan akan hilang, dan ketentraman jiwa yang muncul.
Sekian sekedar coretan pena dari saya. Mohon maaf jika ada tulisan yang tidak berkenan. Semua yang benar datangnya dari Allah SWT, dan yang salah adalah dari diri saya sendiri. Semoga semangat untuk memperbaiki diri dan ukhuwah ini terus berlanjut sampai akhir.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Ditulis Oleh:
Agung Adi P.
24 Juni 2008





